Seminar Nasional CITIES 2009

Latar Belakang

“Our world is becoming increasingly characterized by cities”. Demikian disebutkan oleh Peter Hall dan Ulrich Pfeiffer dalam bukunya ‘Urban Future 21: A Global Agenda for Twenty-First Century Cities’ (2000). PBB menyebutkan angka penduduk perkotaan di negara berkembang akan bertambah dua kali lipat yaitu dari 1 menjadi 2 miliar dalam selang waktu 1980-2000, dan diperkirakan akan bertambah lagi dua kali lipat menjadi 4 miliar dalam 25 tahun yang akan datang. Penelitian UNESCO menunjukkan bahwa abad ini adalah era baru, yaitu era kota (the era of cities) di mana akan terjadi transisi besar peradaban umat manusia menuju peradaban kota-perkotaan (UNESCO, 2003, studi oleh Celine Sachs – Jeantet). Trend urbanisasi di atas diperkuat oleh himpitan globalisasi. Proses globalisasi akan diiringi perubahan mendasar dalam kelembagaan atau institusi yang bersifat international states’ cross-border-flows (Sassen, 2002) sebagai hasil dari privatisasi, deregulasi, terbukanya ekonomi negara untuk perusahaan asing, ataupun tumbuhnya partisipasi ekonomi nasional dalam pasar dunia. Jika fenomena urbanisasi dan globalisasi ini tidak diantisipasi, akan timbul problem perkotaan.

Regulasi mengenai tata ruang perkotaan telah diatur dalam UUPR No. 26/2007 mengenai Penataan Ruang, PP No. 26/2008 mengenai RTRWN, serta yang terbaru yakni PP No. 34 tahun 2009 mengenai Pengelolaan Kawasan Perkotaan. Di samping regulasi yang telah ada, belum banyak tereksplorasi gagasan inovatif tata ruang perkotaan yang bersifat preskriptif untuk menjawab tantangan urbanisasi dan mengelaborasi berbagai gagasan, pemikiran, dan praktek penataan ruang untuk menjawab tantangan urbanisasi dan globalisasi “menuju tata ruang yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berotonomi”.

Tujuan

Seminar ini bertujuan untuk menemukan berbagai ide, pemikiran, wacana, maupun best practices mengenai solusi untuk mengantisipasi persoalan perkotaan yang sedang dan akan timbul.

Topik-Topik

Hasil riset, praktek perencanaan, kajian, konsep mengenai:

  1. Tata ruang dalam fenomena metropolitan dan megapolitan
  2. Ekonomi kota dalam era globalisasi
  3. Pemanfaatan teknologi untuk efisiensi sumber daya: isu-isu dan praktek telecommuting, teleshopping, dll.
  4. Pemanfaatan teknologi untuk efisiensi pelayanan publik: isu dan praktek E-Governance
  5. Aspek kelembagaan dan institusional: kerjasama dalam pengelolaan perkotaan
  6. Peran kebijakan lokal (Local Wisdom) dan partisipasi masyarakat dalam tata ruang kota-perkotaan
  7. Teknik analisis dan sistem informasi perencanaan
  8. Perencanaan infrastruktur dan transportasi berkelanjutan
  9. Kebijakan-kebijakan lahan, perumahan, dan permukiman
  10. Integrasi dan kemitraan sektor informal dan sektor formal
  11. Perancangan kota dan perkotaan kontemporer
  12. Aspek kebencanaan dalam penataan ruang perkotaan
  13. Reklamasi pantai
  14. Inovasi sumber-sumber pembiayaan dalam perwujudan tata ruang perkotaan berkelanjutan
  15. Pendidikan perencanaan dalam konteks nasional dan internasional

Pembicara Utama

  • Prof. Tommy Firman (Pakar Pengembangan Wilayah)
  • Ir. Imam S. Ernawi (Dirjen Penataan Ruang)
  • BAPPENAS

Proceeding Seminar Nasional CITIES 2009 dapat diunduh di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s